Kajian Risiko Mikotoksin dan Pengendalian Pertumbuhan kapang Toksigenik Akibat Perubahan Iklim

Prof. Dr. Winiati P. Rahayu

Produktivitas karet rakyat masih rendah yaitu 700 - 900 kg/ha/tahun, salah satunya disebabkan oleh penyakit Jamur Akar Putih (JAP) karena Rigidoporus microporus, pestisida nabati dan agens hayati berpotensi untuk pengendaliannya. Penelitian bertujuan mendapatkan teknologi pemanfaatan formula pestisida nabati dan agens hayati dalam pengendalian JAP karet dilakukan di Laboratorium KP Balitro Laing Solok dan Kebun Karet di Desa Limo, Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat pada Maret - November 2013. Perlakuan berupa konsentrasi formulasi pestisida nabati berbahan aktif sitronellal, geraniol, eugenol dan katechin dengan bahan pelarut berbeda dan agens hayati Pseudomonad fluoresen dan Bacillus spp disusun dalam rancangan acak kelompok, 4 kali ulangan/perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan, secara in vitro semakin tinggi dosis pestisida nabati semakin tinggi efektifitas menekan pertumbuhan koloni jamur patogen JAP dengan daya kendali 80,12 - 80,68%, dan semakin tinggi dosis agens hayati Pseudomonad fluoresen dan Bacillus spp, semakin tinggi efektiftas penekanan pertumbuhan koloni jamur JAP dan optimal pada dosis 75 dan 100 g/liter dengan daya kendali 73,98 - 78,21%. Pengujian di lapang menunjukkan, kombinasi formula pestisida nabati dan agens hayati Pseudomonas fluoresce dan Bacillus spp. dapat menekanan intensitas penyakit JAP karet dari 65,55% menjadi 0 - 16,66% , meningkatkan tajuk dari nilai sekor 1,75 menjadi 3,25 - 4,00 dan akar dari nilai sekor 1,25 menjadi 3,25 - 4,00. Kombina


Kata kunci
: Jagung, kedelai, kapang toksigenik, perubahan iklim
Lokasi
: Bogor, Jawa Barat
Mitra
Output