Pengembangan Varietas Kakao Berproduksi Tinggi dan Berkarakter Lemak Tinggi melalui Integrasi Marker Assisted Selection dan Induksi Keragaman Sinar Gamma

Dr. Ir. Muhamad Arif Nasution, MP

Lemak kakao (cocoa butter) dan coklat bubuk (cocoa powder) merupakan produk kakao yang digunakan sebagai bahan baku industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Kadar lemak dipengaruhi oleh aspek budi daya, antara lain benih, curah hujan, suhu, intensitas sinar matahari, dan seleksi bahan tanaman pada waktu penyambungan. Untuk itu perlu dilakukan optimalisasi produktivitas dan kandungan lemak melalui pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bahan tanaman (klon) kakao unggul. Kegiatan penelitian terdiri atas observasi plasma nutfah serta analisis molekuler dan mutasi dengan iradiasi sinar gama. Kegiatan observasi dilakukan di lima kabupaten, yaitu Pinrang, Luwu, Bone, Soppeng, dan Bulukumba, dari Maret sampai Desember 2013. Analisis molekuler dilaksanakan di Laboratorium Molekuler Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) pada September 2013. Penelitian iradiasi sinar gama dilaksanakan di Kebun Tajur Pusat Kajian Hortikultura Tropika LPPM IPB dan untuk radiasi dilakukan di PATIR BATAN. Bahan tanaman yang digunakan yaitu klon kakao M01, M04, M045, M06, CCN51, AP, ARDI, KSOP, KBN, BTG, MY01, BR25, Jakumba, BR25, dan PBC. Hasil karakterisasi terhadap 14 klon kakao unggul lokal menunjukkan perbedaan pada karakter daun, kecuali pada bentuk daun, yaitu semua klon kakao yang diamati mempunyai daun berbentuk elips. Bentuk pangkal daun meruncing dan ada beberapa yang membulat. Warna daun tua hijau, namun intensitasnya bervariasi. Warna daun muda pada semua klon merah. H


Kata kunci
: Kakao, klon lokal, lemak kakao, analisis molekuler, iradiasi sinar gama
Lokasi
: Sulawesi Selatan
Mitra
Output