Latar Belakang

Sektor pertanian memiliki peran yang strategis dalam perekonomian nasional. Peran strategis tersebut diwujudkan melalui kontribusinya yang nyata dalam pembentukan modal, penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, pakan dan bioenergi, penyerap tenaga kerja, sumber devisa negara, sumber pendapatan, serta pelestarian lingkungan melalui praktek usahatani yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 
Badan Litbang Pertanian mempunyai peran yang sangat penting dalam menghasilkan inovasi pertanian untuk mendorong percepatan pencapaian program strategis pembangunan pertanian nasional, yaitu: (i) Pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, (ii) Peningkatan diversifikasi pangan, (iii) Peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan (iv) Peningkatan kesejahteraan petani. Secara umum keberhasilan pembangunan pertanian akan berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. 
Di sisi lain, dalam tahun 2014, Badan Litbang Pertanian ingin memposisikan diri sebagai lembaga penelitian dan pengembangan pertanian berkelas dunia dalam menghasilkan dan mengembangkan inovasi teknologi pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Salah satu misi Badan Litbang Pertanian, sebagai penjabaran dari visi pembangunan pertanian tersebut yaitu mengembangkan jejaring kerjasama nasional dan internasional (networking) dalam rangka penguasaan Iptek (scientific recognition) dan peningkatan perannya dalam pembangunan pertanian (impact recognition). 
Perwujudan keinginan tersebut perlu didukung oleh peningkatan kemampuan dan kapasitas peneliti Badan Litbang Pertanian dalam pemanfaatan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian sehingga diharapkan dapat mengembangkan potensi sumberdaya lokal secara optimal. Peningkatan kemampuan tersebut, diantaranya dapat dilakukan melalui pengembangan jejaring kerjasama kemitraan penelitian nasional dengan para pemangku kepentingan (stakeholders). 
Atas dasar pertimbangan di atas, mulai tahun 2007 Badan Litbang Pertanian telah menyelenggarakan kegiatan kerjasama penelitian pertanian, namun masih terbatas dengan perguruan tinggi saja. Sejak tahun 2013, pola kerjasama penelitian diperluas menjadi Kerjasama Kemitraan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Nasional (KKP3N), sehingga tidak hanya terbatas dengan perguruan tinggi saja, tapi juga termasuk lembaga penelitian nasional lainnya.